BahasaSunda Kata Panggilan Pengganti Nama Orang - SundaPedia.com. Gemas! Ini Dia Referensi Panggilan "Ayah" dan "Ibu" Dari Berbagai Negara Sebutan Silsilah Keluarga Dalam Bahasa Indonesia - Keluarga Soedono Wonodjoio. 7 Potret Nama Kontak Ibu di Handphone Anak Ini Bikin Ngakak - Hot Liputan6.com. Panggilan Sayang Dalam Bahasa Jambi
- Kali ini kita akan mempelajari tentang nama-nama anggota keluarga dalam bahasa Sunda. Dalam bahasa Sunda terdapat istilah yang disebut dengan pancakaki, Adjarian. Pancakaki memiliki arti silsilah keturunan atau garis keturunan. Pancakaki juga bisa diartikan sebagai hubungan manusia dengan manusia dalam suatu keluarga. Nah, kali ini kita akan mempelajari istilah-istilah yang digunakan dalam penyebutan garis keturunan. Garis keturunan yang akan kita bahas kali ini adalah garis keturunan ke atas dan ke bawah. Contoh dari garis keturunan ke atas adalah nenek dan kakek. Dalam bahasa Sunda, nenek disebut dengan nini, sedangkan kakek disebut dengan aki. Sekarang, yuk, kita simak nama-nama anggota keluarga dalam bahasa Sunda selengkapnya di bawah ini! Baca Juga Ungkapan Makan dan Minum dalam Bahasa Sunda di Berbagai Situasi Nama-Nama Anggota Keluarga dalam Bahasa Sunda beserta Artinya 1. Bapa kolot lalaki

IstilahKeluarga Dalam Budaya Sunda. Dalam bahasa sunda banyak sekali istilah yang di pergunakan untuk menamai sesuatu, baik itu berupa benda mati atau pun benda yang bernyawa sekalipun seperti nama istilah anak hewan, bunga, buah-buahan, nama tempat, dan lain-lain. Dalam tulisan yang sebelumnya saya sudah membahas tentang istilah tatangkalan

Home Telco Jum'at, 09 Juni 2023 - 1828 WIBloading... Ilustrasi bagan silsilah keluarga. Foto Istimewa A A A JAKARTA - Tahukah Anda urutan dalam silsilah keluarga. Urutan ini sangat penting, untuk mengetahui hubungan antara keluarga, terutama dalam penyusunan pohon silsilah keluarga. Indonesia yang terdiri dari banyak suku bangsa, memiliki bahasa sendiri dalam menyusun urutan silsilah keluarga. Namun, yang umum digunakan adalah 10 urutan ini 1. CilawagiCilawagi dalam kamus besar bahasa Indonesia, adalah nenek dari moyang kita, jadi tingkat kelima dari kita, yaitu orang tua, nenek, moyang, buyut, cilawagi. 2. BuyutBuyut dalam kamus besar bahasa Indonesia memiliki dua arti. Pertama menunjukkan tempat dan bukan maksud dalam pembahasan ini. Sedang yang kedua, buyut adalah ibu dari nenek urutannya bapak/ibu, nenek, buyut. Baca Juga Arti yang kedua cocok dengan bahasan ini. Namun ada arti lainnya, yakni anak dari cucu. 3. MoyangMoyang adalah nenek ayah, ibu, dan sebagainya atau leluhur. 4. Nenek dan KakekNenek dan kakek merujuk pada ibu dan ayah dari ayah atau dari ibu. 5. Ayah dan IbuAyah dan ibu adalah orang tua kandung laki-laki dan perempuan, bapak atau ibu. 6. AnakAnak adalah generasi kedua atau keturunan pertama dari ayah dan ibu. 7. CucuCucu adalah generasi ketiga atau keturunan kedua, yakni anak dari anak. Baca Juga 8. CicitCicit adalah generasi keempat atau keturunan ketiga. Anak dari cucu secara berurutan anak, cucu, cicit atau buyut, piut atau canggah, anggas; buyut. 9. Piut Piut adalah generasi kelima atau keturunan keempat urut-urutannya ke bawah setelah anak adalah cucu, Cicit, anggas. 10. AnggasAnggas adalah generasi keenam atau keturunan kelima. san silsilah keluarga Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkini More 12 menit yang lalu 2 jam yang lalu 3 jam yang lalu 3 jam yang lalu 4 jam yang lalu 5 jam yang lalu Pembuatsilsilah keluarga Pembuat pohon keluarga gratis dari Canva memungkinkan Anda menampilkan silsilah keluarga dalam sekejap. Dengan ratusan template yang dapat disesuaikan, Anda dapat dengan mudah membuat peta visual yang mendokumentasikan asal-usul Anda hanya dengan beberapa kali klik. Mulai Membuat Desain Silsilah Keluarga

detikJabarKamis, 27 Apr 2023 0900 WIB Pancakaki, Silsilah Keluarga dalam Bahasa Sunda Nama Keturunan dan Saudara Pancakaki adalah istilah orang Sunda untuk menyebut silsilah keluarga atau garis keturunan. Berikut sebutan atau istilah nama untuk garis keturunan dan saudara.

Daribuku Bausastra Jawa karya Poerwadarminta (1939) serta berbagai sumber, berikut adalah istilah silsilah dalam bahasa Jawa pada level kekerabatan ke atas: 1. Eyang Galih Asem 2. Eyang Debog Bosok 3. Eyang Gropak Senthe 4. Eyang Gantung Siwur 5. Eyang Udheg-udheg 6. Eyang Wareng 7. Eyang Canggah 8. Eyang Buyut 9. Eyang (kakek/nenek) 10. Bapak/Ibu - Adjarian, kali ini kita akan mempelajari istilah keluarga besar dalam bahasa Sunda atau pancakaki ke samping. Istilah ini bisa kita gunakan untuk memanggil atau menyebut keluarga kita agar tepat penggunaannya. Contohnya dalam menyebut kakak atau adik dalam bahasa Sunda memiliki istilah yang berbeda dengan cara kita memanggilnya. Kita bisa menyebut kakak baik laki-laki atau perempuan dengan istilah lanceuk. Sedangkan adik baik laki-laik maupun perempuan dengan istilah adi. Namun, istilah yang biasa digunakan untuk memanggil kakak laki-laki dalam bahasa Sunda adalah aa. Sedangkan kakak perempuan adalah teteh. Masih banyak lagi istilah pancakaki ke samping atau anggota keluarga besar dalam bahasa Sunda yang bisa kita pelajari. Yuk, kita simak dan pelajari bersama, Adjarian! Baca Juga Contoh Kalimat Permohonan Maaf dalam Bahasa Sunda beserta Artinya Nama-nama istilah pancakaki ke samping 1. Lanceuk dulur sadarah lalaki atawa awéwé anu leuwih kolot SilsilahKeluarga dalam Istilah Sunda Thursday, November 04, 2010 bandung 4 comments 1. Salaki (SUAMI dlm bhs indo) = Sebutan untuk laki-laki yang memimpin sebuah keluarga. Contoh: Romeo adalah SALAKI dari Juliet, Rama adalah SALAKI dari Shinta, Tri Hatmojo adalah SALAKI dari Pamela Anderson, dst. 2.
BerandaBelajar Bahasa SundaNama-Nama Garis Keturunan Keluarga dalam Bahasa Sunda istem keluarga dalam suku Sunda bersifat bilateral, garis keturunan ditarik dari pihak bapak dan ibu. Dalam keluarga Sunda, bapak yang bertindak sebagai kepala keluarga. Ikatan kekeluargaan yang kuat dan peranan agama Islam yang sangat mempengaruhi adat istiadat mewarnai seluruh sendi kehidupan suku Sunda. Dalam suku Sunda dikenal adanya pancakaki yaitu sebagai istilah-istilah untuk menunjukkan hubungan kekerabatan. Dicontohkan, pertama, saudara yang berhubungan langsung, ke bawah, dan vertikal. Yaitu anak, euncu cucu, piut buyut, bao, canggahwareng atau janggawareng, udeg-udeg, kaitsiwur atau gantungsiwur. Kedua, saudara yang berhubungan tidak langsung dan horizontal seperti anak paman, bibi, atau uwak, anak saudara kakek atau nenek, anak saudara piut. Ketiga, saudara yang berhubungan tidak langsung dan langsung serta vertikal seperti keponakan anak kakak, keponakan anak adik, dan seterusnya. Dalam bahasa Sunda dikenal pula kosakata sajarah dan sarsilah salsilah atau silsilah yang maknanya kurang lebih sama dengan kosakata 'sejarah' dan silsilah dalam bahasa Indonesia. Makna sajarah adalah susun galur/garis keturunan. Berikut ini nama-nama garis keturunan dalam bahasa Sunda - anak = turunan pertama anak ayah dan ibu - incu = cucu; turunan kedua, anaknya anak. - buyut = anaknya cucu. - bao = anaknya buyut. - janggawaréng/canggahwaréng = anaknya bao. - kait siwur = anak janggawaréng. - bapa = bapak - indung = ibu - aki = kakek, ayahnya ibu/ayah - nini = nenek, ibunya ayah/ibu - buyut = ibunya/bapaknya kakek atau nenek. - bao = ibu/bapaknya buyut. - janggawaréng = ibu/bapaknya bao. - kait siwur = ibu/bapaknya janggawaréng. - adi = adik - lanceuk = kakak - emang/paman = paman/adiknya ayah/ibu - bibi = bibi, adiknya ayah/ibu - ua = uwa; kakak bapak/ibu - alo = keponakan; anaknya kakak - suan = anaknya adik. - kapiadi = sepupu; anaknya paman/bibi. - kapilanceuk = anaknya ua. - incu ti gigir = cucu dari adik kakek/nenek - aki ti gigir = laki-laki adik atau kakaknya kakek/nenek - nini ti gigir = perepmpuna, adik atau kakaknya kakek/nenek - ua ti gigir = anaknya kakak kakek/nenek - emang ti gigir = laki-laki anaknya adik kakek/nenek - bibi ti gigir = perempuan anaknyaa adik kakek/nenek - adi beuteung = adiknya istri/suami - dahuan = kakaknya istri/suami - dulur sabrayna = kerabat anaknya paman, bibi, atau uwa. - dulur teges = saudara sekandung - indung téré = ibu tiri - bapa téré = bapak tiri - anak téré = anak tiri - dulur patétéréan = anak ibu atau anak bapak tiri. - cikal = anak paling besar. - pangais bungsu = kakaknya bungsu langsung/tidak terhalang. - bungsu = anak yang paling kecil - baraya laér = kerabat yang hubungan kekerabatannya jauh. - teu hir teu walahir = tidak ada hubungan kerabat - bau-bau sinduk = masih kerabat, walaupun sangat jauh dari garis keturunan. - baraya = kerabat yang masih ada garis keturunan. - karuhun = leluhur, nenek moyang - Artikel lainnya seputar belajar Bahasa Sunda LIHAT DI SINI - Baca info-info lainnya di GOOGLE NEWS
Dalamadat istiadat Jawa, silsilah keluarga bisa sampai keturunan ke-18 atau yang disebut nama 'istirah trah'. Jadi, Moms bisa melacak silsilah keluarga hingga sampai ke keturunan ke -18 saja. Untuk silsilah keluarga dalam bahasa Jawa yang lengkap, Moms bisa melihatnya langsung di sini! Trah moyang ke-1 disebut dengan nama bapak/ simbok.
Daftar Isi Keturunan Saudara atau Keluarga dari Samping Dulur atawa baraya ti gigir Saudara atau keluarga lainnya Dulur atawa baraya sejenna Bandung - Pancakaki adalah istilah bagi orang Sunda untuk menyebut silsilah keluarga atau garis keturunan. Sebutan-sebutan untuk garis keturunan atau saudara dijelaskan dalam pancakaki pancakaki ini perlu karena di Sunda ada adat yang mengharuskan anggota keluarga menyebut anggota keluarga dengan benar. Sehingga untuk mengetahuinya harus mengikuti aturan pancakaki buku Peperenian Urang Sunda, Rachmat Taufik Hidayat 2005 dijelaskan bahwa dalam adat istiadat orang Sunda, pancakaki memiliki dua arti. Yang pertama, pancakaki berarti hubungan orang dengan orang lain yang bertalian keluarga atau masuk dalam pancakaki berarti menelusuri riwayat kekeluargaan. Misalnya saat bertemu orang yang diduga memiliki hubungan kekeluargaan biasanya karena diketahui berasal dari satu kampung, biasanya akan ada percakapan seperti ini. "Cing, papanggih urang di pancakaki heula, perenah kumaha saenyana Ujang jeung Emang téh?". Yang artinya "Coba, cek di pancakaki dulu, bagaimana ini saya dan paman bisa ketemu dalam silsilah."Berikut ini pancakaki keluarga Sunda yang meliputi nama, istilah atau sebutan untuk keturunan, saudara dan hubungan keluarga lainnya. Keturunanbau-sinduk ibu/bapaknya gantung-siwur kait siwurgantung-siwur/kait siwur ibu bapaknya ugeg-udegudeg-udeg anaknya janggawaréng cucunya baojanggawaréng/canggahwaréng ibu bapaknya, aki buyutbao ibu bapaknya buyutbuyut ibu bapaknya kakek atau nenekaki bapaknyaa ibu atau bapaknini ibunya ibu atau bapakbapa laki-laki yang punya anak, suami ibuindung perempuan yang punya anak, istri bapakanak turunan pertamaincu turunan kedua, anakna anakbuyut anaknya cucubao anaknya buyutjangawaréng/canggahwaréng anaknya baoudeg-udeg anaknya jangawaréng, cucunya baogantung-siwur/kait-siwur anaknya udeg-udegbau sinduk anakna atau Keluarga dari Samping Dulur atawa baraya ti gigiradi saudara yang lebih mudalanceuk saudara yang lebih tuaemang/ paman laki-laki, adiknya bapak atau adiknya ibubibi perempuan, adiknya bapak atau ibutoa/ua kakaknya bapak atau ibu perempuan atau laki-lakialo/suan anak kakak atau anak adikkapiadi anaknnya emang/bibikapilanceuk anaknya uaincu teges anaknya anak kita, anak menantuanak teges anak sendiriaki teges bapaknya bapa atau ibu sendirinini teges ibunya bapak atau ibu sendiriincu ti gigir cucunya adik, anaknya alo atau anakna suanaki ti gigir lalaki, adiknya atau kakaknya aki atau nininini ti gigir awéwé, adiknya atau kakaknya aki atau niniua ti gigir anaknya kakak dari aki atau niniemang/paman ti gigir lalaki, anaknya adik dari aki atau ninibibi ti gigir awéwé, anaknya adi aki/ atau keluarga lainnya Dulur atawa baraya sejennabésan/warang ibu atau bapak menantu, mertua anakmitoha mertua ibu bapak suami atau ibu bapak istriminantu menantu laki-laki atau istri anakdahuan kakaknya suami atau istri adi beuteung adiknya suami atau istridulur pituin saudara aslidulur teges saudara seibu sebapakdulur pet ku hinis saudara seibu sebapak, saudara seibu sebapakdulu sabrayna/dulur misan anak paman, bibi, atau uamaru perempuan lain yang jadi istri suami maduindung téré istri bapak, tapi bikan yang melahirkan kitabapa téré suami ibu bukan yang menikahkan kitaanak téré anak bawaan dari suami atau istridulur téré saudara tiri anak ibu tiri atau bapak tiri dari mantan masing-masingcikal anak pertamabungsu anak terakhirpangais bungsu kakaknya bungsupopotongan mantan suami atau mantan istri sebelum menikah lagi dengan yang lainbaraya orang yang memiliki hubungan kekerabatanbaraya landes saudara dekatbaraya laér baraya nu nurutkeun pancakaki geus jauh perenahnasapiriumpi/saanak-incu sekeluarga, sejumlah anggota saudara turunan ketigabeuti-pamelaran sékésélér atau turunanbondoroyot/kulawedet keluarga, istri, anak cucu dan seterusnyabau-bau sinduk masih saudara meskipun jauhkaruhun leluhur yang sudah mendahului kitadeungeun-deungeun nu lian bukan saudaradeungeun haseum bukan saudara sedikitpunteu hir teu walahir bukan saudara sedikit punbibit buit turunan asliItu dia istilah pancakaki keluarga Sunda yang perlu kamu tahu. Semoga membantu. Simak Video "Tenda Pelantikan P3K Pemkab Tasik Roboh, Peserta Berhamburan" [GambasVideo 20detik] tya/tey
Silsilahadalah suatu bagan yang menampilkan hubungan keluarga (silsilah) dalam suatu struktur pohon. Data genealogi ini dapat ditampilkan dalam berbagai format. Salah satu format yang sering digunakan dalam menampilkan silsilah adalah bagan dengan generasi yang lebih tua di bagian atas dan generasi yang lebih muda di bagian bawah. – Kalau di bahasa Inggris ada istilah silsilah keluarga grandparents’ dan great-grandparents’, di bahasa Indonesia ada kakek’ dan buyut’ atau moyang’.“Ini makamnya ibunya Ibu. Terus, kamu inget nggak sama Eyang Yanti yang tantenya Ibu? Itu kan cucunya punya anak, nah terus anaknya itu punya anak, tapi meninggal. Itu makamnya.”Percakapan di atas memang fiktif, tapi yang serupa nyatanya sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, apalagi dalam konteks keluarga besar. Orang tua berkisah soal kakek dan neneknya—bahkan orang tua dari kakek dan neneknya—yang membuat kita kesulitan menentukan julukan. Maksudnya, gimana sih kita harus memanggil tokoh dalam cerita itu??? Apakah masalah selesai kalau kita hanya memanggilnya dengan sapaan Eyang’???Ternyata semuanya tidak semudah itu, Ferguso. Soalnya, selain garis keturunan ke atas, garis keturunan ke bawah juga tak kalah ribetnya. Coba apakah nenek kita menyebut kita dan anak-anak kita hah, kita??? dengan sebutan cucu’ semua biar aman??? Hmm, saya rasa istilah silsilah keluarga rupanya telah menjadi poin yang menarik dalam bidang bahasa. Sebelum berfokus pada bahasa Indonesia, bolehlah kita menengok istilah silsilah keluarga atau kekerabatan kinship dalam bahasa Inggris yang simpel dan sederhana pakai kata great jika level kekerabatan kakek’ dalam bahasa Inggris disebut grandfather, orang tua kakek pun disebut great-grandfather. Jika cucu perempuan’ dalam bahasa Inggris disebut granddaughter, anak perempuan dari si cucu ini disebut great-granddaughter. Kata lain yang perlu digarisbawahi di sini—jika kita cermati bersama—adalah penambahan kata grand yang umumnya muncul untu satu level kekerabatan di atas orang tua kita dan satu level di bawah kita istilah silsilah keluarga yang digunakan dalam bahasa Inggris tidak diterapkan pula dalam bahasa Indonesia. Menurut Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, istilah silsilah yang umum digunakan dalam bahasa Indonesia adalah sebagai berikut, dengan kata Ego’ bermakna diri sendiri titik tengah kekerabatan– Cilawagi– Buyut– Moyang– Nenek/Kakek– Ibu/Bapak– Ego– Anak– Cucu– Cicit/buyut– Piut/canggah– AnggasPenamaan keturunan keluarga di atas menimbulkan pertanyaan yang kerap dilontarkan, misalnya apakah posisi buyut di level ke atas dan bawah memiliki pembeda? Jawabannya sederhana buyut’ di level keturunan ke atas umumnya digunakan bersamaan dengan sapaan Eyang’ atau Mbah’, sehingga jelas tidak sama dengan buyut’ di level keturunan ke diamati, dalam daftar yang dikeluarkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, istilah Buyut’ dan Moyang’ memiliki posisi yang tidak sama jika dibandingkan dengan penamaan istilah silsilah keluarga dalam bahasa Jawa. Dari buku Bausastra Jawa karya Poerwadarminta 1939 serta berbagai sumber, berikut adalah istilah silsilah dalam bahasa Jawa pada level kekerabatan ke atas1. Eyang Galih Asem2. Eyang Debog Bosok3. Eyang Gropak Senthe4. Eyang Gantung Siwur5. Eyang Udheg-udheg6. Eyang Wareng7. Eyang Canggah8. Eyang Buyut9. Eyang kakek/nenek10. Bapak/IbuAdapun istilah Moyang’ digunakan sebagai penunjuk tingkatan silsilah, misalnya Bapak/Ibu’ disebut sebagai Moyang pertama’, sementara Eyang Buyut’ adalah Moyang ketiga’, dan silsilah selanjutnya menyoroti level keturunan ke bawah jika dilihat dari posisi kita Ego’, yaitu1. Anak2. Putu3. Buyut4. Canggah5. Wareng6. Udhek-udhek7. Gantung siwur8. Gropak Senthe9. Debog Bosok10. Galih AsemSelain kesepuluh istilah silsilah keluarga dalam level keturunan ke atas dan bawah tersebut, ada pula sumber yang menyebutkan istilah silsilah selanjutnya secara berturut-turut, baik ke atas dengan tambahan sapaan Eyang’ atau ke bawah, yaitu1. Gropak waton2. Cendheng3. Giyeng4. Cumpleng5. Ampleng6. Menyaman7. Menyo-menyo8. TumerahBanyaknya istilah silsilah keluarga di Indonesia ini menunjukkan bahwa kita sungguh kaya akan budaya dan bahasa, meski tak sesimpel penambahan kata grand dan great seperti dalam bahasa ingat, mylov kita, bagaimanapun, adalah seorang debog bosok bagi sepasang moyang jauh di atas kita debog bosok bisa bermakna batang pisang yang membusuk, tapi kita tetap menjadi orang yang dicintai seluruh keluarga besar yang levelnya sudah bertingkat-tingkat seperti penjelasan di itu cute sekaligus menakjubkan?Terakhir diperbarui pada 26 November 2018 oleh Aprilia Kumala .
  • 1g8zdgwi7b.pages.dev/309
  • 1g8zdgwi7b.pages.dev/259
  • 1g8zdgwi7b.pages.dev/58
  • 1g8zdgwi7b.pages.dev/81
  • 1g8zdgwi7b.pages.dev/314
  • 1g8zdgwi7b.pages.dev/154
  • 1g8zdgwi7b.pages.dev/211
  • 1g8zdgwi7b.pages.dev/81
  • 1g8zdgwi7b.pages.dev/365
  • silsilah keluarga bahasa sunda